|
journey&life
| ||||||||
|
navigations are the fours lines of lyrics. they are profile, entries, tagboard and links navigations respectively (from the top). Free Web Counter |
Senin, 07 Februari 2011, 03:47
Imajiner Liar
Comment: (0) Disaat hidup sangat monoton, dimana semakin sulit memperoleh waktu berkualitas untuk diri sendiri, apalagi yang bisa dilakoni selain menyendiri. Melakukan hal-hal yang kita sukai tanpa diprotes orang. Kita boleh melacurkan hati dan pikiran pada icon manapun yang tidak akan diketahui orang lain. Kita boleh menghujat ketidakadilan hidup hingga dada sesak, lalu sesaat kemudian melupakannya. Kita boleh bermimpi merengkuh bulan, lalu sesaat kemudian terdiam setelah tersadar kemungkinan itu tipis. Lalu kembali berimajinasi liar lagi, lagi dan terus memimpikan apapun untuk sekedar menikmatinya. Meramu kata-kata indah nan absurd di luar kepribadian sesungguhnya. Karena saat kita ditengah orang banyak nyatanya tidak seluruh kepribadian kita yang sebenarnya kita keluarkan. Pribadi kita yang sesungguhnya adalah saat kita sedang sendiri. Meramu kata-kata sambil berimajinasi liar. Saya si imajiner yang liar dan tidak takut meliukkan lidah saya kepada mimpi-mimpi yang menggusarkan. Saya si pribadi ganda yang menikmati desahan gelisah akan hidup yang kelam tanpa sadar ada seberkas cahaya sedang menanti. Saya si pendusta berlabel tangguh atas nama arogansi seorang perempuan. Ahh, asiknya berpikir liar. Kau bebas meludah setelah membaca tulisan kesendirian ini. Karena kita orang bebas. Saat sedang sendiri. Tidak ketika ditengah banyak orang. Senin, 24 Januari 2011, 02:41
Balada Luapan Ludahan
Comment: (0) Bukan kamu atau dia. Dimana raga masih kuat menerima kenyataan ditinggalkan, tapi bukan jiwa. Menjadi kokoh itu mudah. Tapi bertahan dalam sebuah keputusan itu sulit. Biarkan preseden itu membuka kembali sayatan pedihnya pengorbananku. Biar kau tahu beratnya menopang misteri penghambaan akan namamu. Ku agungkan pola pikirku. Bersumpah tiada yang lain selain ruhmu. Dan ketika halilintar itu menjembatani pelukan kita, tak pun kuasa kupertahankan. Tak sedikit penyesalan kau tumpahkan padaku. Tak banyak pula yang bisa membuatku mengubah pendirianku. Kau berakhir padanya. Dan ku berani terbujur sendiri dalam sepi. Sombongku lebih berharga dari sekedar ludahan murahnya. Label: poem Jumat, 21 Januari 2011, 04:05
Tak Ada Yang Abadi
Comment: (0) by Dwifantya 'dheweQ' Aquina on Thursday, January 6, 2011 at 6:25pm Suatu hari, pada titik didera masalah terberat yang belum pernah saya alami sebelumnya, seorang sahabat memberikan saya buku. Menurut dia, saat pada kondisi yang sama dengan saya dulu, buku itu yang membuka pikirannya untuk bangkit kembali menjalani hidup. Saya yang selalu tertarik dengan bacaan baru entah kenapa menggeletakkan saja buku biru itu disisi tempat tidur saya. Setiap malam hanya bisa menangis, berpikir keras kenapa Tuhan tumpahkan masalah itu kepada saya. Hingga suatu waktu saya tergerak juga membuka lembar demi lembar buku itu. Ajaran agama lain tak pernah tabu untuk saya baca, toh Tuhan saya berada dalam hati saya, sedangkan pelajaran baik apapun bisa saya dapat darimana saja. Semalaman saya tekun membacanya, mengulang satu demi satu kalimat, mencatatnya dalam pikiran saya. Pelajaran yang saya dapat ternyata sungguh banyak. Saya langsung tersadar, ternyata selama ini pikiran saya terlalu sempit menyikapi masalah. Emosional itu lumrah, saya manusia. Namun, taktik menguasai emosi tak boleh lemah. Setelah membaca buku itu, beberapa hal saya mulai terapkan dalam hidup. Kondisi saya normal, lebih prima dari sebelumnya. Tetap tertawa saat hati menangis, tetap tersenyum saat hati perih, tetap konsentrasi dengan masa depan tanpa terpengaruh kondisi menyakitkan yang saya hadapi sedikitpun, tetap bersikap baik walaupun saya sudah diinjak-injak, tetap mencintai walau tak dicintai, karena semua itu tak pernah ada ruginya. Senyum diatas hati yang luka adalah kemenangan. Ikhlas itu datang dengan sendirinya. Tentu butuh waktu untuk merealisasikannya, proses membawa saya jadi lebih berkualitas. Semua manusia akan sendiri pada waktunya, dan kita harus siap dalam kondisi apapun ditinggalkan orang yang kita sayang dalam kondisi yang menyedihkan sekalipun. Doktrin yang hebat, buku ini membuat saya kecanduan membaca berulang kali. Jatuh bukan berarti kita tidak bisa bangkit kembali. Kehilangan bukan berarti kita tidak bisa mendapatkan lagi. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tidak ada cinta yang abadi. Tidak ada kehidupan yang kekal. Tidak ada cinta yang mutlak. Semuanya kembali pada Tuhan. Semua sudah diatur Tuhan. Semua rencana hebat dalam hidup sudah dirancang Tuhan. Dia Maha mengetahui. Saya selalu siap. Semua dalam hidup datang dan pergi. Setiap pernikahan, ada perceraian. Setiap hubungan cinta, ada perpisahan. Setiap kesuksesan, ada kegagalan. Setiap hidup, diakhiri dengan mati. Dan tanpa kita sadari semua kita hadapi dengan sendiri. Tanpa bergantung pada orang lain. Saya harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan hidup yang Tuhan gariskan kepada saya. Mencintai tapi tidak dicintai. Setia tapi dikhianati. Jujur tapi dibohongi. Pengorbanan dibalas penghinaan. Semua sudah saya lewati. Maka saya selalu siap, dengan segala sesuatu yang tidak abadi di dunia ini. Saya hanya bisa percaya pada Tuhan dan diri saya sendiri. "Tak kan selamanya/Tanganku mendekapmu/Tak kan selamanya/Raga ini menjagamu/Seperti alunan detak jantungku/Tak beratahan melawan waktu/Dan semua keindahan yang memudar/Atau cinta yang telah hilang/Tak ada yang abadi/Tak ada yang abadi/Tak ada yang abadi/Tak ada yang abadi" Label: story |
allaboutme
![]() lovetoconnect |
partnersincrime
Luna Rainbow World Andri Kopi Pahit backtoyesterday
+ Imajiner Liar + Balada Luapan Ludahan + Tak Ada Yang Abadi + Perjalanan Aburizal dan -isme itu + Para Pemandi Ksatria + "Saya Tidak Pernah Hitung Pengemis-pengemis itu" + Sampai Jumpa Lagi Tiga Serangkai + Saya Bukan Wartawan 'Pesanan' + Jebakan Romeo + Gus Dur: Last Day in Parlement wheni'mgone
+ November 2009 + Desember 2009 + Januari 2010 + Maret 2010 + Juli 2010 + Januari 2011 + Februari 2011 takeabow
An accidentality production Inspiration from DancingSheep & BONBON:D Sentuhan akhir dan di acak-acak oleh Luna Rainbow World |
tinggalkanpesandisini
|
||||