<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907</id><updated>2012-02-16T19:25:40.819-08:00</updated><category term='story'/><category term='poem'/><category term='pers'/><title type='text'>I am DheweQ</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-6741362036691453639</id><published>2011-02-07T03:47:00.001-08:00</published><updated>2011-02-07T03:47:04.208-08:00</updated><title type='text'>Imajiner Liar</title><content type='html'>Yang paling menyenangkan dari menyendiri adalah kita bisa berimajinasi  dengan pikiran-pikiran bebas kita. Banyak yang heran kenapa saya suka  duduk sendiri entah dimana, datang ke suatu tempat sendiri, walau hanya  menyesap beberapa batang tembakau. Disanalah saya berpikir melanglang  buana dengan pikiran-pikiran bebas saya. Mengoreksi setiap prilaku dalam  setiap jengkal hidup saya, sambil sesekali menoleh ke masa lalu untuk  belajar sesuatu. Musik, kopi dan asap pemacu detak jantung yang mengirim  sinyal ke pusat syaraf otak. Hilang sejenak dari keramaian.  Menyenangkan. Sesekali sendiri itu penting. Untuk mengenali diri lebih  dalam. Untuk memikirkan langkah kita berikutnya. Untuk mengatur ritme  agar tidak terperkosa waktu. Sudah sedikit orang yang mau dengar masalah  kita, dan karena tidak semua masalah kita harus didengar orang, itulah  mengapa menyendiri itu sebuah anugrah. Menurut saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat  hidup sangat monoton, dimana semakin sulit memperoleh waktu berkualitas  untuk diri sendiri, apalagi yang bisa dilakoni selain menyendiri.  Melakukan hal-hal yang kita sukai tanpa diprotes orang. Kita boleh  melacurkan hati dan pikiran pada icon manapun yang tidak akan diketahui  orang lain. Kita boleh menghujat ketidakadilan hidup hingga dada sesak,  lalu sesaat kemudian melupakannya. Kita boleh bermimpi merengkuh bulan,  lalu sesaat kemudian terdiam setelah tersadar kemungkinan itu tipis.  Lalu kembali berimajinasi liar lagi, lagi dan terus memimpikan apapun  untuk sekedar menikmatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meramu kata-kata indah nan absurd di  luar kepribadian sesungguhnya. Karena saat kita ditengah orang banyak  nyatanya tidak seluruh kepribadian kita yang sebenarnya kita keluarkan.  Pribadi kita yang sesungguhnya adalah saat kita sedang sendiri. Meramu  kata-kata sambil berimajinasi liar. Saya si imajiner yang liar dan tidak  takut meliukkan lidah saya kepada mimpi-mimpi yang menggusarkan. Saya  si pribadi ganda yang menikmati desahan gelisah akan hidup yang kelam  tanpa sadar ada seberkas cahaya sedang menanti. Saya si pendusta  berlabel tangguh atas nama arogansi seorang perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh,  asiknya berpikir liar. Kau bebas meludah setelah membaca tulisan  kesendirian ini. Karena kita orang bebas. Saat sedang sendiri. Tidak  ketika ditengah banyak orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-6741362036691453639?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/6741362036691453639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=6741362036691453639&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6741362036691453639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6741362036691453639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2011/02/imajiner-liar.html' title='Imajiner Liar'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-8859548481110374596</id><published>2011-01-24T02:41:00.001-08:00</published><updated>2011-01-24T02:41:00.213-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poem'/><title type='text'>Balada Luapan Ludahan</title><content type='html'>Dan hanya sejumlah dentingan yang mampu mengoyak konsentrasiku.&lt;br /&gt;Bukan kamu atau dia.&lt;br /&gt;Dimana raga masih kuat menerima kenyataan ditinggalkan, tapi bukan jiwa.&lt;br /&gt;Menjadi kokoh itu mudah.&lt;br /&gt;Tapi bertahan dalam sebuah keputusan itu sulit.&lt;br /&gt;Biarkan preseden itu membuka kembali sayatan pedihnya pengorbananku.&lt;br /&gt;Biar kau tahu beratnya menopang misteri penghambaan akan namamu.&lt;br /&gt;Ku agungkan pola pikirku.&lt;br /&gt;Bersumpah tiada yang lain selain ruhmu.&lt;br /&gt;Dan ketika halilintar itu menjembatani pelukan kita, tak pun kuasa kupertahankan.&lt;br /&gt;Tak sedikit penyesalan kau tumpahkan padaku.&lt;br /&gt;Tak banyak pula yang bisa membuatku mengubah pendirianku.&lt;br /&gt;Kau berakhir padanya.&lt;br /&gt;Dan ku berani terbujur sendiri dalam sepi.&lt;br /&gt;Sombongku lebih berharga dari sekedar ludahan murahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-8859548481110374596?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/8859548481110374596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=8859548481110374596&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/8859548481110374596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/8859548481110374596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2011/01/balada-luapan-ludahan.html' title='Balada Luapan Ludahan'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-2922783029340272956</id><published>2011-01-21T04:05:00.001-08:00</published><updated>2011-01-21T04:05:57.742-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>Tak Ada Yang Abadi</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix"&gt;&lt;div class="mbs mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;by &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1265960037"&gt;Dwifantya 'dheweQ' Aquina&lt;/a&gt; on Thursday, January 6, 2011 at 6:25pm&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Tak  ada yang abadi. Saya selalu percaya ungkapan itu. Segala sesuatu yang  didunia ini tidak ada yang kekal. Semuanya bergerak dinamis. Itulah  mengapa saya selalu percaya pada waktunya manusia akan selalu sendiri.  Ada waktu dimana orang-orang tak lagi berpihak pada kita. Setia pada  kita. Meninggalkan kita. Sendiri. Dan saya selalu bersiap akan hal itu.  Tak selamanya sahabat selalu bersama kita, begitu pula kekasih, suami,  istri, orang tua, hewan kesayangan, siapa pun. Manusia harus selalu siap  menerima kenyataan akan kemungkinan ditinggal, dicampakkan, dikhianati,  dibohongi. Karena kita bukanlah sosok eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  hari, pada titik didera masalah terberat yang belum pernah saya alami  sebelumnya, seorang sahabat memberikan saya buku. Menurut dia, saat pada  kondisi yang sama dengan saya dulu, buku itu yang membuka pikirannya  untuk bangkit kembali menjalani hidup. Saya yang selalu tertarik dengan  bacaan baru entah kenapa menggeletakkan saja buku biru itu disisi tempat  tidur saya. Setiap malam hanya bisa menangis, berpikir keras kenapa  Tuhan tumpahkan masalah itu kepada saya. Hingga suatu waktu saya  tergerak juga membuka lembar demi lembar buku itu. Ajaran agama lain tak  pernah tabu untuk saya baca, toh Tuhan saya berada dalam hati saya,  sedangkan pelajaran baik apapun bisa saya dapat darimana saja. Semalaman  saya tekun membacanya, mengulang satu demi satu kalimat, mencatatnya  dalam pikiran saya. Pelajaran yang saya dapat ternyata sungguh banyak.  Saya langsung tersadar, ternyata selama ini pikiran saya terlalu sempit  menyikapi masalah. Emosional itu lumrah, saya manusia. Namun, taktik  menguasai emosi tak boleh lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca buku itu,  beberapa hal saya mulai terapkan dalam hidup. Kondisi saya normal,  lebih prima dari sebelumnya. Tetap tertawa saat hati menangis, tetap  tersenyum saat hati perih, tetap konsentrasi dengan masa depan tanpa  terpengaruh kondisi menyakitkan yang saya hadapi sedikitpun, tetap  bersikap baik walaupun saya sudah diinjak-injak, tetap mencintai walau  tak dicintai, karena semua itu tak pernah ada ruginya. Senyum diatas  hati yang luka adalah kemenangan. Ikhlas itu datang dengan sendirinya.  Tentu butuh waktu untuk merealisasikannya, proses membawa saya jadi  lebih berkualitas. Semua manusia akan sendiri pada waktunya, dan kita  harus siap dalam kondisi apapun ditinggalkan orang yang kita sayang  dalam kondisi yang menyedihkan sekalipun. Doktrin yang hebat, buku ini  membuat saya kecanduan membaca berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh bukan  berarti kita tidak bisa bangkit kembali. Kehilangan bukan berarti kita  tidak bisa mendapatkan lagi. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.  Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tidak ada cinta yang abadi. Tidak ada  kehidupan yang kekal. Tidak ada cinta yang mutlak. Semuanya kembali pada  Tuhan. Semua sudah diatur Tuhan. Semua rencana hebat dalam hidup sudah  dirancang Tuhan. Dia Maha mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu siap.  Semua dalam hidup datang dan pergi. Setiap pernikahan, ada perceraian.  Setiap hubungan cinta, ada perpisahan. Setiap kesuksesan, ada kegagalan.  Setiap hidup, diakhiri dengan mati. Dan tanpa kita sadari semua kita  hadapi dengan sendiri. Tanpa bergantung pada orang lain. Saya harus  selalu siap menghadapi segala kemungkinan hidup yang Tuhan gariskan  kepada saya. Mencintai tapi tidak dicintai. Setia tapi dikhianati. Jujur  tapi dibohongi. Pengorbanan dibalas penghinaan. Semua sudah saya  lewati. Maka saya selalu siap, dengan segala sesuatu yang tidak abadi di  dunia ini. Saya hanya bisa percaya pada Tuhan dan diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak  kan selamanya/Tanganku mendekapmu/Tak kan selamanya/Raga ini  menjagamu/Seperti alunan detak jantungku/Tak beratahan melawan waktu/Dan  semua keindahan yang memudar/Atau cinta yang telah hilang/Tak ada yang  abadi/Tak ada yang abadi/Tak ada yang abadi/Tak ada yang abadi"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-2922783029340272956?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/2922783029340272956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=2922783029340272956&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/2922783029340272956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/2922783029340272956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2011/01/tak-ada-yang-abadi.html' title='Tak Ada Yang Abadi'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-915967591972242686</id><published>2011-01-21T04:04:00.001-08:00</published><updated>2011-01-21T04:09:45.989-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>Perjalanan Aburizal dan -isme itu</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix"&gt;&lt;div class="mbs mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;by &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1265960037"&gt;Dwifantya 'dheweQ' Aquina&lt;/a&gt; on Tuesday, November 30, 2010 at 2:41pm&lt;/div&gt;&lt;div class="mbs mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Kesempatan  memang tak pernah datang dua kali, namun kesempatan emas pasti selalu  datang berkali-kali. Entah dari siapa saya dengar ungkapan seperti itu,  yang jelas selalu saya yakini hal itu memang benar terjadi. Siapa yang  tahu belum genap tiga bulan saya ditempat baru ini, saya dipercaya  berkesempatan satu pesawat dengan founder Bakrie Group sekaligus orang  nomor satu Partai pohon beringin. Tak pernah bermimpi sampai kesana,  tapi kesempatan ini tak mungkin disia-siakan. Pengalaman selalu membawa  kita kepada perubahan baru, insyaallah. Berangkatlah saya pagi itu ke  bandara Halim Perdana Kusuma, menunggu di ruang tunggu VIP. Biasa naik  pesawat komersil, saya gugup juga duduk di pesawat pribadi. Bahkan  sampai canggung cara menggunakan sabuk pengaman segala. Ah, kejadian  konyol itu lucu juga kalau diingat. Pagi itu si mpu datang dengan hanya  mengenakan celana pendek dan kaus berkerah, tetap ada unsur 'kuning' di  pakaian yang dikenakannya. 'Bapak baru selesai main tenis' kata pengawal  pribadinya. Rupanya memang benar raja bisnis ini suka olah raga tenis,  seperti yang diberita media-media tentang keterkaitan pertemuannya  dengan sosok mafia pajak di Bali beberapa waktu lalu. Protokoler  mengharuskan saya naik ke pesawat lebih dulu. Saat si empu naik, dia  langsung menjabat tangan saya erat seperti sudah kenal lama dan berkata  'apa kabar'. Beberapa pejabat partai juga jubir pribadi keluarganya  turut hadir dalam pesawat berkapasitas 15 orang itu. Perjalanan hampir  dua jam menuju utara Sumatera tak terasa. Saya sibuk mengagumi isi  pesawat pribadinya yang cukup wah. Sofa lux dengan nuansa dominasi  coklat muda. Lagu Tony Bennett mengalun mengiringi perjalanan, tampaknya  kesukaan si empu. Makanan datang silih berganti, saya makin betah  dengan pelayanan seperti ini. Kapan lagi, pikir saya. Semuanya pelayanan  bintang lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di tempat tujuan, rupanya acara  cukup padat. Ritme berjalan cepat, dan saya diharuskan tetap  berkonsentrasi merekam setiap kejadian untuk dituangkan ke dalam tulisan  demi tulisan. Panasnya lapangan Benteng, Medan, tak mesti jadi  penghalang hilangnya kreativitas menulis. Ini kerja, bukan wisata. Yang  saya tangkap siang itu, tak sama dengan Jakarta, vorijder tak ngaruh  juga disana. Becak motor, kendaraan khas Medan, bandelnya mengalahkan  bajaj ibukota. Tak mau minggir walau sirine menggaung. Jalanan padat,  sulit juga menembus kemacetan walau menggunakan vorijder. Saat bertugas,  berkenalanlah saya dengan beberapa kawan seprofesi. Salah satunya W,  seorang wartawan radio Medan yang santun dan berjilbab. Kami cepat akrab  dan banyak bertukar informasi soal peristiwa di kota kami  masing-masing. Berceritalah dia soal Gubernurnya, Syamsul Arifin, yang  kini ditahan di Jakarta karena tersangkut masalah korupsi APBD kabupaten  Langkat, Sumatera Utara tahun anggaran 2000-2007 hingga Rp 102,7  miliar. Prihatinnya, Walikota Medan pun mengalaminya hal yang sama.  'Kami mengalami kekosongan kepemimpinan' ucapnya lirih. Pembicaraan  terus bergulir, kebetulan saya mengikuti kasus itu karena sempat  beberapa kali bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat W  tengah bercerita, saat itu pas sekali si empu tengah berpidato dihadapan  10.000 kader partai pohon beringin mengenai harapannya agar Syamsul  Arifin bisa kembali memimpin Sumatera Utara. Ya, SA memang kader dari  partai kuning. Dan pidato itu tentu bertolak belakang dengan keadaan  yang dirasakan W dan rekan-rekannya. Usai acara di lapangan becek nan  terik itu, saya pun menerobos kerumunan susah payah menuju mobil  rombongan. Aturannya, saya memang harus lebih dulu keluar dari tempat  acara agar tidak tertinggal rombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara berikutnya,  si empu membuka Rakerda di Hotel Polonia. W mengirimkan pesan singkat  kepada saya, 'sampai bertemu disana ya'. Sebelumnya kami memang bertukar  nomor ponsel. Tak lama saya sampai, saya pun melihat W juga hadir  ditengah acara, kami saling melambai sementara saya sibuk berpikir  tulisan apa yang kembali akan saya rangkai. Padatnya acara hari itu  dengan waktu yang sempit membuat saya dituntut berpikit dan bekerja  cepat. Seru juga, sekaligus agak ngos-ngosan karena harus sesekali  berlari menyamai langkah rombongan lainnya. Pada saat-saat seperti itu,  saya hampir sama sekali tak punya kesempatan melongok ponsel saya. Hanya  pada saat lowong di dalam mobil rombongan lah saya bisa melakukannya,  itu juga sambil terus memencet tuts merangkai kata untuk tulisan yang  harus dikirim ke kantor. Acara selanjutnya usai membuka Rakerda, si empu  ternyata diundang ke rumah Walikota Medan. Sesampainya di rumah pak  Wali yang lokasinya tak begitu jauh dari hotel Polonia, saya pun membuka  ponsel. Ada satu pesan singkat ternyata. Dari W. Ketika saya buka....  Wow, apa ini. Jujur, agak terkejut. Entah ekspektasi saya yang terlalu  tinggi tentangnya, atau saya saja yang sinis. Isinya cukup  mencengangkan, kira-kira begini, 'Tya coba liatin jatah media ada gak  sih, tadi aku dengar dari kawan disana ada jatah. Tolong tanyakan ke  resepsionis bawah tangga ya, kan lumayan, lagi butuh duit nih.'&lt;br /&gt;Saya  diam sejenak, tak perlu dua tiga kali saya membaca ulang pesan itu saya  sudah mengerti maksudnya. Satu hal yang langsung terbesit dalam ingatan  saya adalah kenapa masalah ini selalu ada dalam profesi kami. Kenapa  profesi ini semakin kehilangan nyawa untuk hanya sekedar mengejar  materi. Kenapa -isme itu kian pudar. Atau saya saja yang sok suci? Sok  bersih? Sok tidak butuh? Sok jujur? Sok hebat? Dan sederet kata sok  lainnya mengiringi saya selama menyantap makanan-makanan enak di rumah  pak Wali sore itu. Saya memutuskan tidak membalas pesan W. Saya tidak  punya ide lagi di kepala saya. Malam itu selama di dalam pesawat menuju  Jakarta saya masih tak habis pikir. Tapi, ya sudahlah. Semua orang punya  pilihan dan menghormatinya. Satu hal, saya gak pernah rese' dengan  hal-hal macam itu. Mereka punya alasan masing-masing. Dan saya punya  prinsip. Cukup sampai disitu, saya kira tak harus dikembangkan lagi.  Satu pengalaman lagi yang bisa saya ambil hikmahnya. Menahan diri untuk  tidak mendobrak -isme profesi ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup  tinggi. Saya masih dalam tahap belajar, mencari lebih banyak pengalaman,  belum sampai ke tahap memperkaya diri. Kalaupun nantinya saya sampai ke  tahap itu, saya berharap masih bisa terus mempertahankan -isme itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-915967591972242686?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/915967591972242686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=915967591972242686&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/915967591972242686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/915967591972242686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2011/01/perjalanan-aburizal-dan-isme-itu.html' title='Perjalanan Aburizal dan -isme itu'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-8104443913928846973</id><published>2011-01-21T04:03:00.001-08:00</published><updated>2011-01-21T04:03:52.571-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>Para Pemandi Ksatria</title><content type='html'>Hari ini kembali perjuangan jarak jauh saya tempuh. Bangun pagi menuju  lokasi awam yang baru pertama saya kunjungi. Kurang tidur sudah menjadi  keseharian. Ah, inilah yang saya suka dari profesi saya. Banyak hal baru  yang tak pernah selesai saya temui, terus menerus ada, membuat hidup  saya tidak stagnan. Menuju markas besar Tentara Nasional Indonesia,  melihat para perwira gagah itu berbaris tegap di tengah lapangan. Ayunan  derap langkahnya yang kompak mengingatkan saya kembali pada tujuh tahun  lalu, saat ambisi saya terpenuhi menjadi seorang Pengibar Bendera  Pusaka. Belum sempat saya tenggelam dalam kerinduan masa itu, namun  profesi ini mengharuskan saya terbang kesana kemari meraih pundi-pundi  peristiwa lainnya. Beralih lah saya dari Timur menuju Pusat. Lelah, tapi  pantang mengeluh. Usai menunaikan segala kewajiban akhir minggu, saya  memilih berbincang dengan seorang sahabat. Bata merah jadi tempat syahdu  perbincangan kita. Telinga kami beradu, ribuan frase penuh ekspresi  menjejali indera satu sama lain. Tiga jam kami habiskan mengulur  kata-kata. Gelontoran cerita, nostalgia, lelucon, hingga mimpi yang tak  sampai hanyut malam itu. Rasa lelah sepekan ini sedikit demi sedikit  pudar, sahabat saya itu memang pendengar yang baik. Saya akui itu.  Beberapa pemikiran prinsip hidup saya lontarkan satu demi satu, hingga  pelajaran yang saya petik dari buku demi buku yang saya baca. Saya  katakan manusia tak boleh eksklusif, dia menimpalinya dengan paket  kebahagiaan dan kesulitan yang selalu Tuhan berikan dalam waktu  bersamaan harus disyukuri. Tukar pikiran ini yang selalu menjadikan kami  tim yang hebat. Saya bersyukur untuk itu. Dan saya pun bersyukur malam  ini merupakan pamungkas emosional untuk melepaskan sahabat saya itu  mencari medan yang lebih terjal untuk pembelajaran akan arti kedewasaan  dan cinta yang sebenarnya. Kuda besi melaju kembali ke arah selatan,  terdengar derit rantai yang rupanya melonggar. Saya ingat besok waktunya  ksatriaku dilumasi vitamin. Sayang keberadaannya sepekan ini bersama  saya membuatnya tubuh gagahnya penuh lumpur. Tapi saya tetap sayang  ksatria, hanya dia yang paling setia menemani hari-hari saya setelah  Tuhan. Apalagi kekasih. Mari ksatria, kita belok ke bath tub galaxy  kesukaanmu. Para pemandi sudah siap menyabunimu dengan hangat. Mereka  tampak mencintai pekerjaannya memandikanmu. Sambil senyum saya berpikir,  ada saingan saya yang lebih mencintaimu hingga kepelosok ronggamu.  Menyabuni dan menyiramimu penuh kesabaran, sedangkan saya hanya duduk  terdiam kelelahan tanpa ikut membantu. Orang-orang ini mulai pagi hingga  malam berganti pasangan, bergantian menyabuni ksatria-ksatria lainnya.  Berharap dua lembar ribuan sebagai bonus buah kesabarannya membasuh  tubuh-tubuh kokoh ksatria. Ini kah yang disebut mencintai pekerjaan?  Setiap hari mereka menghadapi rutinitas yang sama, setiap hari mereka  bertemu merk sabun yang sama, setiap hari mereka menggosok bagian yang  sama, dari ksatria yang berlainan. Tak saya lihat wajah lelah di paras  mereka. Seorang lainnya membasuh ksatria biru milik seorang bapak  berwajah masam sambil mengelepuskan asap. Santai. Tak terbebani. Padahal  mungkin sudah puluhan ksatria dia sabuni sejak pagi. Sesekali mereka  saling lempar lelucon dengan partnernya, tertawa lepas sambil terus  membasuh lekukan-lekukan jantan sang ksatria. Tekun sekali mereka.  Sampai lumpur-lumpur disela-sela ketiak ksatriaku ikut dibasuhnya. Saya  saja tak pernah sedalam itu dengan dia. Saya jadi berpikir, keluhan demi  keluhan yang saya lontarkan ke sahabat saya tadi apalah artinya. Saya  sudah menetapkan hati saya untuk mencintai pekerjaan saya yang  membutuhkan puluhan bahkan ratusan bulir keringat. Rasa lelah saya apa  bedanya dengan rasa letih para pemandi itu? Tuhan kembali tunjukan  kepada saya untuk lebih mensyukuri apa yang sudah Dia berikan kepada  saya. Kalau sudah berani bilang cinta, jangan pernah mundur. Kau lalui  segala krikil tajamnya untuk kau belajar. Para pemandi masih asyik  menggosok ksatriaku, tak lama lagi mungkin selesai. Namun saya tak akan  pernah selesai mensyukuri nikmat atas pekerjaan yang Tuhan sudah berikan  kepada saya, termasuk pembelajaran yang kembali Dia berikan malam ini.  Jarak tempuh yang tak bertepi bukan penghalang. Adaptasi kronis tak jadi  masalah besar. Ada contoh mulia dari para pemandi ksatria yang cuma  mengharap bonus dua lembar ribuan. Bahwa saya masih kalah dengan mereka  dalam hal mencintai pekerjaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-8104443913928846973?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/8104443913928846973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=8104443913928846973&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/8104443913928846973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/8104443913928846973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2011/01/para-pemandi-ksatria.html' title='Para Pemandi Ksatria'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-534441409881901969</id><published>2011-01-21T04:02:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T04:02:58.379-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>"Saya Tidak Pernah Hitung Pengemis-pengemis itu"</title><content type='html'>Jelang Malam, di belakang gedung bundar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pelajaran  saya dapat malam ini dari seorang yang mungkin tak pernah dianggap  penting selama hidupnya. Sore itu kuda besi saya melaju kencang,  menerobos hujan lebat di tengah selatan Jakarta. Padahal daerah  Balaikota kering-kering saja, tapi selalu saya kuyup jelang sampai di  rumah kedua saya. Sampai disana seperti biasa langsung menuju dapur,  menyalakan kompor dan menunggu sejenak hingga air matang. Teh manis  panas memang paling pas untuk menghangatkan tubuh. Sesaat kemudian,  beberapa kawan berteriak lapar dan mengajak pesan ayam bakar enak di  daerah bulungan. Saya buka dompet, ah.. Tinggal dua lembar lima ribuan.  Sebelumnya saya lebih pilih bayar utang pulsa yang sudah menunggak  hampir sebulan pada seorang kawan. Yasudalah, toh saya lebih tergiur  dengan mie kuah yang sejak tadi sudah menghamili kepala saya. Lalu  bergegaslah saya ke belakang gedung bundar dengan bermodal payung hijau  dari seorang kawan. Dinginnya sangat menusuk kulit, apalagi saat  genangan air menenggelamkan setengah telapak kaki saya yang hanya  terbungkus sandal. Setibanya saya di gerobak lusuh itu, sang tuan rumah  menyambut saya dengan senyum sambil menuangkan air panas ke dalam gelas  polos. Harum kopi hitam menari-nari di hidung saya. "Indomie soto ya?"  Dia sudah hapal pesanan saya. Tinggal menunggu saja. Sambil menunggu,  saya dengarkan satu per satu percakapan para pekerja yang sedang duduk  bercakap-cakap disana. Hujan dan macetnya ibukota jadi topik hangat kala  itu. Tak lama pesanan saya datang. Sambil mengunyah saya kembali  mendengarkan percakapan mereka. Si tuan gerobak asyik bersenandung  sambil membuat pesanan para pelanggannya. Sesekali mereka menertawakan  tingkah polah karyawan gedung bundar yang berlindung dibalik seragam  coklatnya karena hujan. Setengah mangkuk telah habis. Seorang petugas  parkir berteriak dari kejauhan, dari perkataannya dia ingin melunasi  utangnya. Tuan gerobak pun menghitung dengan celoteh khasnya, sesekali  mereka terlibat perdebatan diakhiri dengan tawa kecil. "Jadi 16 dong,  yang terakhir tadi belum dihitung," kata pelanggan berseragam biru  itu."Ah, dari dulu pengemis-pengemis itu tidak pernah saya hitung,"  balas tuan gerobak.Pengemis siapa? Pikir saya waktu itu. Lalu dalam  pembicaraan itu kemudian saya tahu, pengemis yang dimaksud adalah para  pengamen yang selama ini numpang makan dan minum di gerobaknya.  Ternyata, tuan selalu mempersilakan mereka untuk makan dan minum tanpa  menyuruh mereka membayar. Saya hampir tidak percaya, sehebat itu tuan  gerobak yang selama ini saya kenal. Sejak awal tahun saya menjadi  penikmat mie kuah soto dan kopi hitamnya, yang saya pikirkan pendapatan  dia tak seberapa. Untungnya yah.. Tipis lah. Namun alangkah luas hatinya  saat saya tahu dia tak pernah menghitung pemberiannya kepada  sosok-sosok pengamen jalanan Blok M yang kerap menikmati pelayanannya.  Ah.. Saya pun tidak segitunya. Padahal pendapatan saya bisa jadi lebih  besar dari dia. Mangkuk saya pun kosong, diakhir suapan saya menahan  malu. Tuan gerobak begitu ikhlas. Malu saya. Berapa banyak pengamen  jalanan yang dia beri makan, yang seharusnya menggenapi pendapatannya  hari itu. Tapi dia tidak pernah sungkan, apalagi pamrih. Satu pelajaran  saya dapat malam ini di belakang gedung bundar. Betapa luas hatimu tuan  gerobak. Saya pun belum mampu sepertimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-534441409881901969?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/534441409881901969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=534441409881901969&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/534441409881901969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/534441409881901969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2011/01/saya-tidak-pernah-hitung-pengemis.html' title='&quot;Saya Tidak Pernah Hitung Pengemis-pengemis itu&quot;'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-6293791154425869483</id><published>2010-07-28T13:06:00.000-07:00</published><updated>2011-01-21T04:09:16.800-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>Sampai Jumpa Lagi Tiga Serangkai</title><content type='html'>&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya gak tahu ya, kegelisahan apa yang lagi dinikmati kalian sekarang. But one thing that I feel right know adalah menikmati kegelisahan detik-detik ditinggal sosok partner, teman, juga sahabat yang buat saya mereka berharga, seperti keluarga. Rasanya berat, tapi kalau dinikmati rupanya ada sensasi lain yang berseni. Sosok-sosok itu saya temui delapan bulan lalu. Mereka sosok yang menyenangkan dan pasti akan ngangenin. Belajar banyak juga dari mereka, banyak share dan hal lainnya. Hari demi hari membuat saya semakin dekat dan sikap mereka memang sangat bersahabat sebagai senior. Apalah wartawan seumur jagung seperti saya ini, tapi mereka toh gak pernah memandang saya seperti itu. Sosok pertama, dia sudah seperti kakak, abang bagi saya. Banyak memberi masukan, hari-hari terakhir bersama dia kayaknya akan sulit dilupakan. Nonton final piala dunia bareng, minum dan ketawa bareng, benar-benar malam yang sungguh membuka mata saya kalau dia sosok yang seru. Gak mudah melepas dia, karena selama ini saya pun banyak dibimbing olehnya. Gak akan ada lagi suara lantang yang memanggil saya Dwifanta (bukan Dwifantya) dengan logat timur, lewat sambungan telepon saat saya liputan. Sedih kalau ingat yang ini. Lalu yang kedua, sosok pendiam yang banyak menyimpan cerita. Saya banyak berbagi masalah pribadi dengan dia, saling berbagi cerita lebih tepatnya. Menghempaskan asap di atap kantor sambil bersenda gurau, ah tak terasa akhirnya dia akan melepas lajang juga akhir pekan ini. Salut dengan ketegaran dia menjalani dan memilih jalan hidup, hatinya lebih besar dibanding ukuran tubuhnya. Kita gak kesampaian piket malam bareng untuk bikin blog cantik yang selama ini kita gunakan untuk berbagi cerita. Tapi semoga masih ada kesempatan berbagi cerita dilain waktu lebih banyak dengannya. Ketiga, sosok kekanakan yang banyak memberi kebaikan pada saya. Terlalu baik, dan banyak memberi kenangan. Banyak hal yang menyebalkan juga dari dirinya, tapi mungkin itu yang akan buat saya kangen. Kangen makan pecel bareng, makan soto ceker tengah malam, chat di YM padahal duduk berhadapan, minum hot chocolate di 7 Eleven. Banyak hal.&amp;nbsp; Apapun pilihan mereka saya yakin itu yang terbaik. Saya harus mendukung. Semua orang pun akhirnya akan dihadapkan pada dua pilihan, meninggalkan atau ditinggalkan. Selamat jalan sahabat, sampai jumpa lagi. Tak mudah melepas kalian, tak mudah juga berjalan tanpa kalian. Semoga sukses. Semoga Tuhan melindungi kalian. Jib, Mut, Bar, kalian yang terbaik!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: magenta;"&gt;Do you know what is a best friend?&lt;br /&gt;A best friend is a secret sharer&lt;br /&gt;A best friend is a great consultant&lt;br /&gt;A best friend is a comfort giver&lt;br /&gt;A best friend is like a diamond&lt;br /&gt;A best friend is always care&lt;br /&gt;A best friend is always share&lt;br /&gt;A best friend makes you smile&lt;br /&gt;A best friend is loving, caring, sweet and true&lt;br /&gt;A best friend is someone just like you&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TFCNiNrq2PI/AAAAAAAAABQ/AOkeVjR01HE/s1600/bestfriend_300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TFCNiNrq2PI/AAAAAAAAABQ/AOkeVjR01HE/s320/bestfriend_300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-6293791154425869483?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/6293791154425869483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=6293791154425869483&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6293791154425869483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6293791154425869483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2010/07/sampai-jumpa-lagi-tiga-serangkai.html' title='Sampai Jumpa Lagi Tiga Serangkai'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TFCNiNrq2PI/AAAAAAAAABQ/AOkeVjR01HE/s72-c/bestfriend_300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-6624743057199377373</id><published>2010-07-28T12:50:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T12:50:29.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>Saya Bukan Wartawan 'Pesanan'</title><content type='html'>Rabu, 28 Juli 2010. &lt;br /&gt;09.09 am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baik, paling tidak untuk diri sendiri, ternyata tak mudah di  zaman seperti sekarang ini. Saya semakin merasakannya beberapa bulan  belakangan, tepatnya saat mulai terjun ke dunia sesungguhnya. Dunia  kerja. Seringkali hal-hal yang menurut kita salah, dianggap benar oleh  beberapa pihak. Hal itu saya temui semalam. Saat seseorang yang menurut  saya seharusnya bisa memberikan contoh kepada saya malah menyuruh saya  berbuat hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang wartawan. Saya  memang tergolong baru di dunia ini, walaupun semenjak kuliah saya sudah  dua kali bekerja di dua media yang berbeda. Tapi tetap saja, pengalaman  saya terhitung usai saya lulus kuliah Oktober tahun lalu. Saya  sebenarnya tipikal orang yang tak terlalu ambil pusing dengan apa yang  mau orang lakukan pada diri mereka, tapi tidak ketika mereka  mengehendaki saya untuk berbuat hal yang sama dengan mereka, apalagi hal  itu bertentangan dengan prinsip saya. Semalam saya sedang asyik  mewawancarai nara sumber lewat telepon, saya selalu melakukan itu ketika  piket malam di kantor. Tiba-tiba atasan saya bertanya pada (waktu itu  sudah hampir pukul 00.00 WIB). Dia bertanya apa saya punya nomor telepon  pengamat hukum, saya jawab, ya saya punya. Tapi tak lama kemudian dia  bilang, bisa tidak pengamat itu ditulis statementnya tanpa harus  ditelepon. Maksud yang saya tangkap dari pembicaraan dia adalah dia  ingin saya menggulirkan isu sesuai keinginannya, lalu menggunakan nama  pengamat itu melalui persetujuan, tapi tanpa melakukan proses wawancara  (karena sudah larut malam). Saat itu juga saya merasa marah, kecewa,  tidak setuju. Apa-apaan ini?! Sebagai seorang atasan seharusnya dia  mencontohkan saya yang lebih junior hal yang benar. Itu namanya  manipulasi! Sebagai wartawan tidak boleh menulis berita bohong! Itu  masuk dalam kode etik pers! Ingin sekali saya lempar buku kode etik ke  wajahnya malam itu. Sial. Atasan macam apa dia, menyuruh saya melakukan  hal bodoh macam itu. Lantas saya yang tidak suka dengan cara dan  maksudnya tersebut, langsung menolak tegas (tentu saja itu harus  dilakukan kalau memang masih mau jadi wartawan yang taat pada kode  etik!) saya bilang, saya gak punya nomor pengamat hukum seperti yang dia  inginkan itu, dan saya gak mau melakukannya karena itu tindakan yang  salah. Kalau mau ditulis beritanya ya harus ditelepon narasumbernya,  jangan ajari saya buat berita bohong. Saat itu juga saya langsung  memasang earphone mp3 player saya dan kembali melanjutkan tugas saya.  Atasan 'sinting' saya itu langsung diam. Dalam hati saya: mampus!&lt;br /&gt;Memang banyak hal sebelumnya yang sudah saya dengar tentang dia, dan  kebanyakan bukan hal baik, tapi meskipun begitu saya tetap menghargai  dia sebagai orang yang lebih senior. Tapi setelah kejadian semalam,  dengan gaya arogannya menyuruh saya melanggar hal yang menurut saya  prinsip, entah apa lagi yang bisa saya berikan pada dia. Penghargaan?  Ah, kejadian semalam sudah menghancurkan semua pikiran baik saya tentang  dia. Memang tak banyak hal baik yang bisa kita perbuat di zaman  sekarang ini, maka minimal saya mempertahankan hal yang menurut saya  benar saja sudah bagus. Saya tidak pernah takut kalau saya tidak salah. &lt;br /&gt;Malam itu juga saya cerita ke seorang sahabat yang sudah saya anggap  sebagai kakak sendiri. Jawaban dia benar-benar membuat saya semakin  yakin, dia bilang 'yang gak ada di negara ini cuma 1 weq, yaitu orang  yang berani mengatakan kebenaran.' &lt;br /&gt;Jujur, saya lega masih ada orang yang sepemikiran saya. Saya masih mau  belajar banyak tentang dunia jurnalistik, tapi bukan kepada orang-orang  macam dia. Saya akan lebih respek dengan orang yang biasa-biasa sajalah,  gak serakah. Analoginya, dia tidak bisa memaksa mengenakan bajunya  kepada saya, karena saya punya ukuran tersendiri. Kalau dia punya maksud  lain, janganlah berpikir bahwa saya selalu punya pikiran atau habit  yang sama dengan dia. Hahh, memang susah ya berbuat hal yang lurus-lurus  saja, ya tapi paling tidak tadi itu yang saya bilang, pertahankan hal  yang memang benar minimal pada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Well, motor saya tampaknya sudah selesai dicuci, saya hendak bergegas  pulang dan mulai hari ini saya akan semakin yakin untuk menjadi wartawan  yang taat pada kode etik pers itu bukan hal yang mudah, ada banyak  godaan dan tantangan di depan mata. Dan kita gak boleh gampang nyerah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31552624&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=417173150821&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=417173150821&amp;amp;id=1265960037"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs087.ash2/37713_1544512773851_1265960037_31552624_661332_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-6624743057199377373?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/6624743057199377373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=6624743057199377373&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6624743057199377373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6624743057199377373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2010/07/saya-bukan-wartawan-pesanan.html' title='Saya Bukan Wartawan &apos;Pesanan&apos;'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-6591809480077960405</id><published>2010-03-02T10:39:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T03:57:17.399-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poem'/><title type='text'>Jebakan Romeo</title><content type='html'>&lt;b&gt;Jebakan ini memang mauku sendiri.&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Suatu hari dimana akhirnya mengiyakan untuk bermain atas semuanya ini.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bukan sebuah hal yang sempurna atas diri seorang perempuan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tapi apapun itu rate-ku selalu diatas rata-rata.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tembakau bukan untuk diterima dalam sosialita.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mabuk bukan untuk lepas dari masalah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tak ada pesta tengah malam, aku lebih suka kesunyian.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aku seorang penggairah!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dimana malam menjadi inspirasiku dan siang menjadi energiku yang pemberontak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sok prinsipil, tapi idealisme memang masih perlu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebotol bir bukan sebuah kenakalan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dua botol berikutnya bukan sebuah dosa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tapi perlakuan setelah itu adalah sebuah kebodohan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tak semua mata dan hati bisa adil menilai.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tak semua perempuan sempurna atas nama kelentikan dan kegemulaian.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aku tumbuh tanpa kelentikan itu, tidak juga kegemulaian itu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tapi tanganku mahir meramu kudapan lezat ajaran ibu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tapi tanganku mahir memanjakan karakter batu sekalipun.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terkutuklah romeo manapun yang memanfaatkan kelembutan hati seorang juliet.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kini akulah juliet kedua atas seorang romeo.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dimana aku pernah mengutuk sang juliet kedua yang merebut romeoku.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tak ada yang tahu arah jarum kehidupan manusia berikutnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aku hanya mengikuti gairahku untuk merangkul hal-hal baru.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maka peluklah aku romeoku, romeoku, romeoku.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aku tak punya perasaan sekarang!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-6591809480077960405?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/6591809480077960405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=6591809480077960405&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6591809480077960405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6591809480077960405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2010/03/jebakan-romeo.html' title='Jebakan Romeo'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-1122988444349885436</id><published>2010-01-01T22:09:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T04:10:13.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><title type='text'>Gus Dur: Last Day in Parlement</title><content type='html'>Awal Agustus 2001, Abdurrahman Wahid akhirnya meninggalkan Istana. Selama sepekan dia bertahan tak ingin angkat kaki dari Istana, walau MPR telah melantik Megawati Soekarnoputri yang tadinya Wapres, menjadi Presiden menggantikan Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="javascript:SLIDES.hotlink()" onmouseout="window.status=' ';return true" onmouseover="window.status=SLIDES.get_text();return true"&gt;           &lt;img alt="Download picture" border="0" height="330" name="SLIDESIMG" src="http://www.viiphoto.com/pictures/JohnStanmeyer/JS-Gus%20Dur%20Impeached/Gus-Dur-Impeached-008.jpg" width="482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-6342"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata Gus Dur pelantikan Mega sebagai presiden adalah bagian dari manuver lawan-lawan politiknya di parlemen yang sejak awal menekannya lewat Pansus Buloggate yang menyelidiki penggunaan dana nonbudjeter Bulog dan sumbangan dari Sultan Brunei. Pansus tersebut telah melahirkan Memorandum I dan II. Satu kali memorandum lagi, maka MPR pun akan menggelar Sidang Istimewa untuk mencopot Gus Dur dan melantik Megawati.&lt;br /&gt;Tetapi Gus Dur tidak jatuh karena proses politik yang berkembang di Pansus. Ia jatuh setelah menerbitkan dekrit yang berisi pembubaran parlemen yang menurutnya telah melakukan tindakan inkonstitusional. Pimpinan parlemen dan parpol ketika itu sempat menggelar rapat di kediaman Megawati di Lenteng Agung. Dalam pertemuan itu dibahas lah cara untuk menjatuhkan Gus Dur. Bagi Gus Dur ini adalah tanda-tanda tegas akan adanya rencana makar dan kudeta.&lt;br /&gt;Dengan pertimbangan itulah, pagi hari 24 Juli 2001, ia mengumumkan dekrit.&lt;br /&gt;Sementara kubu Amien Rais, Akbar Tandjung dan Megawati Soekarnoputri melayani permainan Gus Dur dengan menggelar SI MPR di hari itu juga. Sebagian besar anggota MPR menyetujui impeachment untuk Gus Dur dan mengangkat Megawati sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="http://www.viiphoto.com/pictures/JohnStanmeyer/JS-Gus%20Dur%20Impeached/Gus-Dur-Impeached-014.jpg" height="335" src="http://www.viiphoto.com/pictures/JohnStanmeyer/JS-Gus%20Dur%20Impeached/Gus-Dur-Impeached-014.jpg" width="496" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-1122988444349885436?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/1122988444349885436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=1122988444349885436&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/1122988444349885436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/1122988444349885436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2010/01/gus-dur-last-day-in-parlement.html' title='Gus Dur: Last Day in Parlement'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-989984544726125866</id><published>2009-12-23T21:05:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T04:27:19.541-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><title type='text'>Interview with Ida Laksmi Antasari Azhar</title><content type='html'>Inilah kutipan wawancara saya dengan si Wonderwoman Ida Laksmi Antasari Azhar:&lt;br /&gt;(T: Tya; I: Ida)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Aku mungkin akan lebih bertanya soal keseharian ibu sekarang bapak&lt;br /&gt;kan sudah tidak bisa menemani ibu setiap hari lagi, bisa cerita&lt;br /&gt;sedikit bagaimana keseharian ibu sekarang?&lt;br /&gt;I: Iya. Kalo aktivitas ya seperti biasa mba, masih seperti waktu ada&lt;br /&gt;bapak dulu. Saya kan juga di kegiatan soal, juga ngurus rumah, juga&lt;br /&gt;bolak-balik ke anak saya.&lt;br /&gt;T: Tapi ada yang berubah gak sih bu? Pasti ada yang berubah dong bu?&lt;br /&gt;I: yang berubah yang biasanya saya sharring berdua bapak jadi sekarang&lt;br /&gt;harus ambil keputusan sendiri.&lt;br /&gt;T: Biasanya sharring apa sama bapak?&lt;br /&gt;I: anak2 aja mba. Biasanya anak2, atau mungkin ada yang perlu&lt;br /&gt;diperbaiki, bapak kan gak sempet, mungkin apa.. apa bapak mau bikin&lt;br /&gt;baju tapi ga sempet ngambil, atau apa.. tapi yang paling utama cuma&lt;br /&gt;anak2 aja&lt;br /&gt;T: Ibu sama bapak anaknya berapa sih?&lt;br /&gt;I: Oh dua mba. Anak saya cuma dua&lt;br /&gt;T: Yang pertama?&lt;br /&gt;I: di klinik mba, dia dokter.&lt;br /&gt;T: Namanya siapa bu?&lt;br /&gt;I: Andita. Perempuan dua. Yang kecil Ajeng.&lt;br /&gt;T: Yang kecil di Australia ya?&lt;br /&gt;I: Iya di Melbourne.&lt;br /&gt;T: Yang aku dengar tadi yang pertama lagi tugas juga Bu ya, anak-anak&lt;br /&gt;kan terpisah juga apa Ibu merasa menghadapi semuanya sendirian? bapak&lt;br /&gt;gak ada, anak2 juga terpisah&lt;br /&gt;I: Oh engga. Karna begini, bukan sendiri. Waktu saya dulu sering&lt;br /&gt;berpindah-pindah dengan bapak, anak-anak kan kadang-kadang gak ada&lt;br /&gt;yang ikut, biasanya titip dengan kakek neneknya. Jadi saya mungkin&lt;br /&gt;dengan suasana yang biasa terpisah itu memang gak begitu bermasalah&lt;br /&gt;sebetulnya. Jadi cuma masalahnya itu kalau waktu masih kecil mungkin&lt;br /&gt;agak khawatir ya, tapi kalau udah besar begini dia juga harus mandiri,&lt;br /&gt;karena dia juga sendiri harus memikirkan orang lain karena dia dokter&lt;br /&gt;juga ya.. yang satu juga disamping kuliah ada kerja sedikit. Jadi&lt;br /&gt;kesibukannya itu emang rutin jadi rasanya kayaknya.. gimana ya..&lt;br /&gt;dibikin masalah juga enggak.&lt;br /&gt;T: Dengan kesibukan kedua anak ibu, dengan ada masalah bapak seperti&lt;br /&gt;ini apakah merasa terganggu?&lt;br /&gt;I: Engga. Alhamdulillah engga. Lingkungan teman-teman dia sendiri&lt;br /&gt;mendukung sekali, jadi mereka banyak yang tidak percaya jadi malah&lt;br /&gt;mereka yang memberikan dukungan kepada anak saya. Begitu pula dengan&lt;br /&gt;di lingkungan rumah saya, yang biasanya arisan tuh semua.. hampir&lt;br /&gt;semua.. hampir 99% semua mendukung saya. Jadi itulah kekuatan saya&lt;br /&gt;mungkin diantara.. apa.. kekuatan saya disitulah..syukur alhamdulillah&lt;br /&gt;punya teman yang begitu baik.&lt;br /&gt;T: Yang selama ini muncul sebagai supporter setia bapak kan adalah&lt;br /&gt;ibu, sedangkan anak-anak sendiri tidak banyak muncul. Tapi supportnya&lt;br /&gt;sendiri dari anak-anak bagaimana?&lt;br /&gt;I: Setiap hari dia datang ke papa nya, setelah selesai acara dia pasti&lt;br /&gt;datang mereka.&lt;br /&gt;T: ke tahanan?&lt;br /&gt;I: Iya. Kecuali memang benar2 waktunya dia sudah capek sekali, dia&lt;br /&gt;engga.. tapi biasanya dia telpon. Pasti setiap hari dia mengunjungi&lt;br /&gt;bapak.&lt;br /&gt;T: Anak yang pertama atau yang kedua?&lt;br /&gt;I: dua-duanya. Kalau yang kecil ini sekarang kan libur panjang, jadi&lt;br /&gt;dia setiap hari mengunjungi bapaknya.&lt;br /&gt;T: Biasanya apa sih Bu yang dibicarakan saat lagi ngumpul bertiga di tahanan?&lt;br /&gt;I: kalau bapak ke anak saya.. dia kan kuliah ambil manajemen hukum,&lt;br /&gt;kalau gak salah, dia disini sambil cuti, cuti dari Melbourne, jadi dia&lt;br /&gt;ngambil di Trisakti. Dia tanya jawab dengan bapaknya dan memang&lt;br /&gt;bapaknya mungkin lebih spesifik ke hukum, jadi anak saya itu belajar&lt;br /&gt;tukar pikiran atau tanya sesuatu. Sekarang anak saya juga banyak&lt;br /&gt;memberi masukan karena sekarang kan bapak lagi bikin buku biografinya&lt;br /&gt;dia yang selama ini tertunda. Sekarang lagi ngerjain itu.&lt;br /&gt;T: Bapak kan mengawali karir jadi jaksa sebelum jadi ketua KPK.&lt;br /&gt;Bedanya apa sih bu saat bapak masih jadi Jaksa hingga akhirnya kemarin&lt;br /&gt;terakhir jadi Ketua KPK? Karena bapak kan terkenal saat jadi Jaksa itu&lt;br /&gt;keputusannya tegas&lt;br /&gt;I: Agak vokal ya. Iya, kevokalannya itulah yang menyebabkan dia jadi&lt;br /&gt;seperti ini (tertawa). Iya, itu sebetulnya bukan vokal ya, dia&lt;br /&gt;mengkhususkan suara hatinya itu dengan suara masyarakat. Dia rela&lt;br /&gt;berkorban dengan suara rakyat. Mba saya sampai sekarang ini begitu&lt;br /&gt;bapak masuk tahanan saya baru tahu bahwa anak asuh bapak itu sekian&lt;br /&gt;banyak jadi mereka yang biasa bapak kasih selama ini kalau gajian&lt;br /&gt;disisihkan, tanpa sepengetahuan saya tuh untuk berbagai anak asuh&lt;br /&gt;dibeberapa.. entah di pesantren entah di yayasan apa.. jadi selama&lt;br /&gt;bapak ga ada jadi saya yang tahu, inilah kesibukan, jadi saya bukan&lt;br /&gt;ngurus anak dua lagi, anak banytak jadinya. Banyak anggota yang ga ada&lt;br /&gt;biaya, jadi ada ibu-ibu tua penjaga golf di Padang dia ga punya rumah&lt;br /&gt;jadi harus ngontrak lagi. Harus memperpanjang kontrak. Mungkin itu&lt;br /&gt;dulu ga mau melibatkan saya, dia pikir sudah dapat ditangani sendiri,&lt;br /&gt;menyewakan kontrakan untuk ibu pembersih lapangan golf. Supir taksi&lt;br /&gt;yang kebetulan pintar tapi anaknya ga bisa sekolah, nah itu&lt;br /&gt;disekolahkan sama bapak.&lt;br /&gt;T: Jadi pak Antasari bisa dibilang berjiwa sosial?&lt;br /&gt;I: Iya.. iya begitu mba. bapak itu sifatnya begitu. Bisa ditanyakan&lt;br /&gt;tempat bapak bertugas pasti ada yang dibantu. Yang paling banyak di&lt;br /&gt;Padang sama Kendari.&lt;br /&gt;T: Bapak sendiri punya hobi golf kapan sih bu?&lt;br /&gt;I: hobi golf itu sejak bapak perutnya gendut dulu waktu di Padang. eh&lt;br /&gt;di Riau.. Pekanbaru. Dia tuh over (weight), terus akhirnya&lt;br /&gt;kolesterolnya naik. Dia terus olahraga tenis udah ga kuat lari kencang&lt;br /&gt;untuk mengejar bola itu gak bisa. terus untuk treadmil males, ada beli&lt;br /&gt;treadmil tapi ga dilakuin. Jadi satu-satunya yang jalan ya karena&lt;br /&gt;diajak temen sesama jaksa main golf.&lt;br /&gt;T: Berarti waktu di KPK bapak sudah biasa ya main golf dengan banyak relasi?&lt;br /&gt;I: Oh sudah mba, banyak sekali teman golf nya. Ibu2 juga banyak.&lt;br /&gt;T: Sejak di KPK apalagi yang berbeda dari bapak?&lt;br /&gt;I: ya memang waktu banyak sekali tersita waktu untuk saya juga, untuk&lt;br /&gt;anak2 juga, karena dia benar2 pekerjaan ini berat. (ter-Cut)&lt;br /&gt;T: Saat seperti apa sih yang membuat ibu rindu dengan pak antasari?&lt;br /&gt;I: paling ya, bapak biasanya kalo pulang ngobrol, entah cerita&lt;br /&gt;keluarga atau apa, ga tentu sih mba. Ga harus selalu kalo pulang harus&lt;br /&gt;membicarakan apa, itu engga.&lt;br /&gt;T: Paling suka bapak dimasakin apa oleh ibu:&lt;br /&gt;I: paling suka dimasakin oleh adiknya di Palembang Bu Awen sama Bu&lt;br /&gt;Lena, masakannya tu beda, jadi masakan khas Palembang. Kalau saya dia&lt;br /&gt;minta hanya satu dadar telur pake bawang merah aja.&lt;br /&gt;T: Flashback sedikit ke persidangan Pak Antasari, ibu sudah dengar&lt;br /&gt;rekaman bapak dengan rani?&lt;br /&gt;I: sudah. Iya, kenapa?&lt;br /&gt;T: Perasaannya seperti apa sih bu setelah mendengar rekaman tersebut?&lt;br /&gt;I: setelah mendengar maksudnya gimana? ya gak gimana-gimana. karena&lt;br /&gt;kan saya pikir dia menarik klien untuk kembali lagi supaya jadi member&lt;br /&gt;lagi di modern golf. Karna waktu itu bapak bilang ke saya karna mau&lt;br /&gt;bertemu dengan Rani ke hotel mahakam untuk ngurus member, saya bilang&lt;br /&gt;kenapa kok ga jadi member dari dulu? karena jauh kan mba dari BSD&lt;br /&gt;kesana. Jadi makanya main di BSD aja.&lt;br /&gt;T: Berarti sebelum bertemu dengan Rani bapak izin dengan ibu?&lt;br /&gt;I: oh iya. Saya tahu bapak datang kesana.&lt;br /&gt;T: jadi waktu ibu dengar rekaman percakapan ibu bagaimana? biasa aja&lt;br /&gt;atau sedikit curiga dengan sikapnya rani?&lt;br /&gt;I: kalo dengan sikapnya engga mba. Seperti saya ngadepin bapak kalau&lt;br /&gt;bapak nganter saya ke mall. kan ada orang yang jual parfum, kan kalau&lt;br /&gt;di mall2 suka begitu, itu kan gayanya juga sama. harus sampai dapet.&lt;br /&gt;Saya pikir wajar sih mba seperti itu.&lt;br /&gt;T: setelah kasus ini bergulir ibu pernah bertemu langsung dengan rani tidak?&lt;br /&gt;I: engga pernah. Karena dia kan disembunyikan terus oleh polisi.&lt;br /&gt;T: Apa ibu ada perasaan dendam dengan rani?&lt;br /&gt;I: dendam engga, karena dia kan gak menyakiti saya. Saya gak ada&lt;br /&gt;kontak langsung dengan dia, jadi gak ada yang perlu saya dendamkan&lt;br /&gt;dengan dia. Dia kan berurusan dengan bapak kan sebagai kliennya karena&lt;br /&gt;mau dijadikan member. kalau dengan saya engga ada mba.&lt;br /&gt;T: ada yang mengatakan bahwa Rani dimanfaatkan oleh alm.Nasarudin.&lt;br /&gt;Kalau sosok Rani dimata ibu sendiri bagaimana?&lt;br /&gt;I: ya seperti caddy2 lain lah yang saya lihat. saya juga pernah ikut&lt;br /&gt;bapak golf. Ya seperti itu, bayangan saya cuma seperti itu aja, caddy2&lt;br /&gt;yang lain juga seperti Rani itu. Sama.&lt;br /&gt;T: seperti itu maksudnya menggoda begitu bu?&lt;br /&gt;I: Iya begitu, dimana-mana caddy kan begitu mba.&lt;br /&gt;T: Tapi memang benar selama bapak main golf tidak pernah di caddy oleh rani?&lt;br /&gt;I: belum. bapak pasti rame-rame, saya tahu itu. jadi si rani ini&lt;br /&gt;dimanfaatkan oleh polisi bahwa dia harus membuat suatu skenario bahwa&lt;br /&gt;dia tuh begini begini... lha buktinya saja sampai sekarang di gak&lt;br /&gt;dilepas2 kan oleh polisi? Nah itu, kasian juga sebenarnya, dia beban&lt;br /&gt;itu mba bagi dia sendiri.&lt;br /&gt;T: tapi tanggapan keluarga sendiri terutama anak-anak apa sudah&lt;br /&gt;mendengar rekamannya langsung?&lt;br /&gt;I: sudah. dia dengar malah cekikikan. (ketawa). dia tuh dengar sambil&lt;br /&gt;cekikikan aja. jadi kita bener mba.. aduuh .. gimana mau&lt;br /&gt;ngejelasinnya.. jadi lucu juga bisa dibikin drama begitu jadi ya kita&lt;br /&gt;anggap aja itu hiburan.&lt;br /&gt;T: Tapi sempet ada perasaan gimana bu waktu dengar percakapan bapak&lt;br /&gt;dengan rani? kan disitu rani agak menggoda&lt;br /&gt;I: engga lah mba, saya denger kok. Saya sering mendengar bukan di golf&lt;br /&gt;aja. Banyak lah. kalau di anak buahnya dulu juga ada lah mba, setiap&lt;br /&gt;kantor kan ada aja ya mba. Sering saya menemukan perempuan-perempuan&lt;br /&gt;bergaya seperti Rani, anak buah bapak dimana, kan masih muda-muda ya&lt;br /&gt;mba. pegawai-pegawai baru yang suka "ahh gitu lahh pak.." terus minta&lt;br /&gt;ditraktir, ya gitu aja. Jadi wajar.&lt;br /&gt;T: Intinya ibu Ida sendiri tidak meragukan kesetiaan bapak ya?&lt;br /&gt;I: oh tidak. Seribu mba.. seribu persen.. tidak meragukan (ketawa)&lt;br /&gt;T: dulu ibu awalnya ketemu bapak gimana sih bu?&lt;br /&gt;I: ketemu bapak akhirnya bisa lanjut itu awalnya saya tantang 'kamu&lt;br /&gt;berani gak minta saya langsung sama bapak saya?' tapi mintanya itu&lt;br /&gt;bapaknya saya itu ngetesnya dipanggil bukan ngelamarnya di rumah. Tapi&lt;br /&gt;dipanggil ke kantornya di SUA Angkatan Darat. Ini lho SUA staf&lt;br /&gt;angkatan darat yang di deket Merdeka itu, yang kantor Kasat. Itu&lt;br /&gt;disitu bapak saya berkantor dulu.&lt;br /&gt;T: Oh bapak ibu angkatan darat?&lt;br /&gt;I: iya dulu sama-sama dengan pak SBY. Pak SBY malah dibawah ayah saya&lt;br /&gt;waktu di Palembang. Ayah saya itu ada di ebberapa tingkat sebelum pak&lt;br /&gt;SBY. di kodam Sriwijaya.&lt;br /&gt;T: Lalu?&lt;br /&gt;I: Terus ya sudah, saya pikir dia tidak berani, eh ternyata berani.&lt;br /&gt;Karena saya udah janji kalau berani saya mau, eh ternyata berani ya&lt;br /&gt;sudah jadi. Prosesnya singkatnya mba.&lt;br /&gt;T: Pakai proses pacaran gak?&lt;br /&gt;I: Beberapa bulan langsung saya tinggalkan orangtua ke Jakarta, lalu&lt;br /&gt;saya lanjut kuliah di Airlangga dari situ ya jarak jauh aja. abis itu&lt;br /&gt;saya lulus duluan, saya tunggu bapak lulus baru kemudian menikah.&lt;br /&gt;karena perjanjiannya harus selesai sekolah dulu. orang tua saya bilang&lt;br /&gt;harus selesai dulu baru menikah. Nanti saya 27 tahun lho mba. 1&lt;br /&gt;Januari.&lt;br /&gt;T: ada planning apa di ulang tahun pernikahan? merayakan bersama&lt;br /&gt;keluarga mungkin?&lt;br /&gt;I: (ketawa) merayakan gimana, bapak didalam (tahanan). Ya paling&lt;br /&gt;berdoa bersama. Hampir 30 tahun, sudah makan asam garam. (ketawa)&lt;br /&gt;T: Harapan ibu dan planningnya jika seandainya pak Antasari dinyatakan&lt;br /&gt;bebas seperti apa?&lt;br /&gt;I: Mudah2an pengadilan dan para hakim menjatuhkan vonisnya memang&lt;br /&gt;berdasarkan atas keadilan yang seadil-adilnya dan sesuai hati nurani.&lt;br /&gt;Dan untuk ke depannya bapak mau saya suruh jadi dosen aja. Dia dari&lt;br /&gt;dulu bercita-cita jadi dosen, dia kepengen kalau pensiun mau jadi guru&lt;br /&gt;atau dosen. Nah sekarang, banyak yang nawarin kalau dia mau jadi&lt;br /&gt;dosen.&lt;br /&gt;T: dengan jadi dosen ke depannya bapak bisa jadi lebih tenang, begitu&lt;br /&gt;maksud ibu?&lt;br /&gt;I: iya. lebih tenang. jadi dia ga ngurusin.. eum.. apa ini namanya?&lt;br /&gt;bukan negara ya.. tapi dia mau mengabdi kepada masyarakat tidak harus&lt;br /&gt;didalam pemerintahan kan. Disegala bidang dia bisa, dia ingin&lt;br /&gt;bercita-cita supaya rakyat ini lebih sejahtera, impian dia itu. tapi&lt;br /&gt;ternyata yang dilakukan oleh dia selama banyak tidak disukai oleh&lt;br /&gt;banyak pihak. terutama oleh pihak2 yang pernah ditangkap oleh bapak.&lt;br /&gt;jd ganjalannya disitu. bahwa di Indonesia ini belum bisa pemberantasan&lt;br /&gt;korupsi secara menyeluruh, masih banyak orang yang masih merasa kurang&lt;br /&gt;adil kalau koruptor2 ini dimasukin ke dalam tahanan. belum bisa&lt;br /&gt;indonesia bersih dari korupsi.&lt;br /&gt;T: Dan kalau bapak jadi dosen nanti ibu akan terus support ya?&lt;br /&gt;I: Oh iya. Nah disitu kan nanti banyak calon2 generasi muda pengganti&lt;br /&gt;pimpinan negara yang akan datang. mungkin ditanamkan dari situ.&lt;br /&gt;mungkin bapak ingin melakukan pendidikan pada calon2 penerus bangsa.&lt;br /&gt;supaya yang terbaik untuk negara ini.&lt;br /&gt;T: tapi kan kalau jadi dosen penghasilannya turun dong bu ya?&lt;br /&gt;I: begini mba, kita menyikapi sesuatu itu turun atau tidak itu semua&lt;br /&gt;bergantung pada kita. karena semua rejeki kita gak tau dari mana&lt;br /&gt;datangnya. kalau saya meyakini itu.&lt;br /&gt;T: Bapak dulu pernah mengawali karirnya jadi supir bus, bener ga sih bu?&lt;br /&gt;I: Bukan supir bus. Pengantar koran. Jadi dari agen, jadi seperti&lt;br /&gt;loper. Dari percetakannya di drop ke satu agen dan agen lain. Pkae&lt;br /&gt;mobil lalu di drop sekian.. sekian..&lt;br /&gt;T: jadi sudah siap dan terbiasa hidup sederhana?&lt;br /&gt;I: sudah. ga masalah. Malah enak kalau saya bilang saya bisa bebas,&lt;br /&gt;saya tidak perlu dikawal-kawal lagi, kehidupan saya seperti yang&lt;br /&gt;kemarin itu tidak rutin dengan peraturan yang ketat, saya lebih&lt;br /&gt;bahagia seperti sekarang. Saya bisa ketemu teman tanpa harus jam&lt;br /&gt;sekian saya ditulis keluar, jam sekian kembali, itu yang membuat saya&lt;br /&gt;agak rikuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, woman can do anything with their heart :)&lt;br /&gt;Love u all women in da world . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl7nCada2I/AAAAAAAAACM/SRff16L8zks/s1600/610x.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://4.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl7nCada2I/AAAAAAAAACM/SRff16L8zks/s320/610x.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-989984544726125866?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/989984544726125866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=989984544726125866&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/989984544726125866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/989984544726125866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2009/12/interview-with-ida-laksmi-antasari.html' title='Interview with Ida Laksmi Antasari Azhar'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl7nCada2I/AAAAAAAAACM/SRff16L8zks/s72-c/610x.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-8794691776919557765</id><published>2009-12-23T20:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T04:11:05.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><title type='text'>Wonderwoman: Ida Laksmi Antasari Azhar</title><content type='html'>Saya tertarik benar dengan sosok wanita-wanita hebat dan kuat. Banyak wanita hebat diluar sana sih yang saya kagumi. Termasuk ibu saya tentunya. Mumpung masih tanggal 24 Desember, momen hari ibu masih terasa lah. Ngomong-ngomong tentang sosok wanita sebagai ibu, baru-baru ini saya 'sedang dekat' dengan sosok wanita hebat yang kalau menurut saya dibuat profilnya pasti keren banget. (FYI: saya suka banget nulis profil wanita-wanita sumber inspirasi)&lt;br /&gt;Beliau adalah Ida Laksmi, istri mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Pertama jumpa ibu Ida itu di sidangnya pak Antasari di PN Jakarta Selatan. Waktu itu, komentar saya saat pertama kali melihat langsung bu Ida adalah kok semakin kurus dan lesu ya wajahnya (maklum selama ini kan lihat di televisi doang). Tapi senyum gak pernah lepas dari bibirnya. Wah, kuat benar ibu ini. Padahal minggu lalu rekaman pembicaraan Rani Juliani dan Pak Antasari di kamar Hotel Mahakam baru diputar. Bisa ditebak dong pemberitaan media seperti apa, gak sedikit yang menyudutkan pak Antasari karena transkripnya tersebar luas di kalangan wartawan. Suara cekikikan Rani juga bikin geli banget. Waaks!&lt;br /&gt;Saat sidang diskor selama satu jam untuk mendatangkan saksi ahli forensik digital, saya coba ngobrol-ngobrol dengan adiknya pak Antasari yang no.14 (Antasari itu 15 bersaudara boo!) namanya bu Lena. Orangnya welcome dan cukup terbuka. Saat ngobrol dengan Bu Lena seputar masa kecil dia bersama Pak Antasari, saya memperhatikan bu Ida yang lagi dipersiapkan untuk wawancara live salah satu stasiun tv swasta berseragam biru. Ibu ini tabah dan sabar bener sih, pikir saya. Masih bisa tersenyum, padahal tiap hari cuma bisa bertemu suaminya kalau tidak dipersidangan ya tahanan Polda Metro Jaya. Saat menjawab pertanyaan dari wartawan beliau juga kalem dan tegar banget. Hebat benarlah wanita ini! Akhirnya selain tukar nomor dengan Bu Lena, saya berkenalan dengan Bu Ida, serta gak lupa tukar nomor juga. &lt;br /&gt;Sidang minggu depannya saya berjumpa lagi dengan Bu Ida. Walah.. ibu ini lebih catchy dari yang kemarin dandanannya. Pakai blus abu-abu lengan panjang, celana bahan hitan, sepatu high heels hitam, tasnya matching, rambutnya disasak ke atas, make up nya lebih berani sehingga wajah pucatnya tak terlihat. Senyumnya gak berhenti. Saat disapa teman-teman wartawan dia balas sapa juga. Benar-benar tidak ada beban. Padahal setiap persidangan itu tentu penuh kejutan. Hebat benarlah wanita ini!&lt;br /&gt;Lalu ngobrol-ngobrol lagi disela persidangan dengan Bu Lena, saya bilang "Bu Lena, aku mau wawancara Bu Ida dong, tapi berdua aja. Bisa diatur gak?" akhirnya setelah dirayu-rayu Bu Lena pun mengiyakan. Diajaknya saya mendekat duduknya dengan Bu Ida, sebelumnya saya memang sudah sms-an dengan Bu Ida. Ngobrol-ngobrol dengan Bu Ida sebentar, lalu akhirnya beliau bersedia pula. Walaupun by phone tetep senanglah, kapan lagi ngobrol dengan wanita kuat ini.&lt;br /&gt;Lalu inilah (tetep boo, inilah.com minded) penggalan wawancara saya dengan Ida Laksmi :&lt;br /&gt;-- sambung ke postingan berikutnya aja yaa, hehe --&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-8794691776919557765?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/8794691776919557765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=8794691776919557765&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/8794691776919557765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/8794691776919557765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2009/12/wonderwoman-ida-laksmi-antasari-azhar.html' title='Wonderwoman: Ida Laksmi Antasari Azhar'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-6274461340176398916</id><published>2009-12-02T15:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T04:11:24.752-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>Si Gede Ambeg (Palhit Version Part Three)</title><content type='html'>Hari ini jiwa kekanak-kanakan saya kumat.&lt;br /&gt;Lucu sekaligus memalukan.&lt;br /&gt;Pokoknya kalo diingat-ingat....pasti orang akan bilang saya nih menjengkelkan banget.&lt;br /&gt;Ceritanya begini...&lt;br /&gt;Seperti biasa hari ini saya harus ke Palhit untuk liputan malam, tapi dengan setengah memaksa si mas djibril menyuruh saya naik motornya. Ya seharusnya itu gak jadi masalah sih, karena justru memudahkan. Tapi masalahnya... saat itu udah menjelang jam 00.00 dan bisa2 saya yang jadi berita kalo ada apa2 dijalan. Pikir saya, kenapa gak dari tadi sih nyuruh jalannya? kalo jam 10an saya masih oke deh. Walaupun kemampuan naik motor saya belum teruji di jalan raya besar, hihihi. Maklum pengendara motor antar komplek doang!&lt;br /&gt;Lalu hal lucu pun terjadi...nyebelin sih lebih tepatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Djib: nih Tya kunci motornya..perginya naik motor aja yaa&lt;br /&gt;Dwq: *cemberut sambil masukin barang2 ke tas*&lt;br /&gt;Mas Djib: Lho kok cemberut sih?!&lt;br /&gt;Dwq: gapapa.. eum, saya gausa naik motor deh Mas..&lt;br /&gt;Mas Djib: Lhho terus mau naik apa?&lt;br /&gt;Dwq: Apa aja deh, gampanglah... *sambil turun tangga buru2, muka masih ditekuk*&lt;br /&gt;Mas Djib: *ngejar sampe depan pager kantor..hihih jd malu ingetnya*&lt;br /&gt;Dwq: iya udah aku naik taksi aja deh&lt;br /&gt;Mas Djib: Lho kok naik taksi?? eeh Tya.. Tya.. *manggil-manggil ga jelas di dpn pager*&lt;br /&gt;Dwq: oii?? ya udah gampang.. naik taksi aja&lt;br /&gt;Mas Djib: *muka bingung dalam hatinya pasti BT*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya yg sedang kalut dan kesel dengan alasan ga jelas itu langsung sms Mas Muti (ass red shift pagi yang baik hati). Dibales. Yess! Langsung telpon aja ahh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwq: Mas...gw bete...kesel.. bisa gak sih gw liputan pagi lagi??&lt;br /&gt;Muti: kenapa?&lt;br /&gt;Dwq: masa jam segini gw baru disuruh brangkat, yg bener aja dongg. Kalo dari jam 10 gw naik motor masih mending deh..&lt;br /&gt;Muti: lw ngomong dong ma Mas Djibril, jgn diem aja. Djibril mana tau perasaan lw kalo gak ngomong&lt;br /&gt;Dwq: bla..bla..bla.. *ngeluh terus*&lt;br /&gt;Muti: gak bakalan seterusnya lo di malem. Yaudah lo skrg jadi mau naik apa?&lt;br /&gt;Dwq: mau naik taksi aja deh ke Palhit&lt;br /&gt;Muti: ya udah, jalanin aja. Ati2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru jalan tuh taksi putih gw langsung merasa.....NYESEL PARAH!!!&lt;br /&gt;Gw kayak pengen minta balik lagi ma tu tukang taksi. Astaga, nyeselnya minta ampuun!!&lt;br /&gt;Berasa cemen banget, berasa cengeng banget, berasa pengecut banget.&lt;br /&gt;Huhhuu *critanya nangis menyesali perbuatan kekanak-kanakan itu*&lt;br /&gt;Yah intinya ngerasa bego banget lahh.&lt;br /&gt;Akhirnya sms mas muti: Mas gw cemen banget yaa...bla bla bla...&lt;br /&gt;Dibales mas muti: anggep aja lo liputan fashion show, smangatt!&lt;br /&gt;Ya oloh mas... kriminal sama fashion show dmana miripnya?!&lt;br /&gt;Lalu gak lama sms mas Djib: Mas, sorry ya gw ngambek ga jelas, cemen ya gw?! Besok janji mau naek motor tapi jangan jalan jam 12 yaa&lt;br /&gt;Dibales mas Djib: MANTAP GITU DONG&lt;br /&gt;*serius pake hurup gede smuah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pe Palhit saya clingukan. Nih orang-orang pada kmn??&lt;br /&gt;Pe digodain ma petugas2 mobil jenazah disana gara2 kliatan banget wartawan barunya, heheh.&lt;br /&gt;Akhirnya diajak nongkrong di mobil Global TV.&lt;br /&gt;Terus ke RS Tarakan dan kenalan sama wartawan-wartawan sana.&lt;br /&gt;Balik ke Palhit, nongkrong lah saya bersama cowok2 sangar Palhit.&lt;br /&gt;Langsung COCOK!!&lt;br /&gt;Mantap!!&lt;br /&gt;Dari kmaren kek saya ktemu mreka.. duh, hikmah memang selalu datang blakangan. Hehee.&lt;br /&gt;Langsung ngobrol banyak sama cowok2 urakan seru itu.&lt;br /&gt;Asik banget deh.&lt;br /&gt;Hehee...&lt;br /&gt;Penyesalan pun kembali membuncak, gara2 tadi di kantor ngambeg sama mas Djib.&lt;br /&gt;Aduh malunya........&lt;br /&gt;Yah pengalaman saya hari ini bertambah lagi, satu hal.. jadi wartawan emang gak perlu jago nulis berita doang, tapi MENTAL.&lt;br /&gt;Maafin ya Mas Djib.... Big Salute dah buat mas Djib...&lt;br /&gt;hehehhe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUP PALHIT BERSATU.&lt;br /&gt;Tar malem siap tempur di PALHIT lagi dah :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-6274461340176398916?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/6274461340176398916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=6274461340176398916&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6274461340176398916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6274461340176398916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2009/12/si-gede-ambeg-palhit-version-part-three.html' title='Si Gede Ambeg (Palhit Version Part Three)'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-165895205358817057</id><published>2009-12-01T12:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T03:57:58.971-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poem'/><title type='text'>Kuas Satu..Kuas Dua</title><content type='html'>Ada kanvas ukuran 24x24 sentimeter.&lt;br /&gt;Kanvas putih bernafas merah muda.&lt;br /&gt;Ada dua kuas dengan cat minyak harga mahal.&lt;br /&gt;Warna merah kuning hijau hitam biru.&lt;br /&gt;Lalu ungu cokelat adapula jingga.&lt;br /&gt;sret..sret..&lt;br /&gt;Kuas pertama mulai melayang-layang di atas kanvas.&lt;br /&gt;Abstrak namun indah.&lt;br /&gt;Kuas kedua pun menyusul.&lt;br /&gt;kali ini sapuannya lebih lembut.&lt;br /&gt;sreek..srekk..&lt;br /&gt;Terciptalah gambar cantik.&lt;br /&gt;Kemudian keduanya saling menyapu kanvas.&lt;br /&gt;Kompak dan lincah sekali geliatnya.&lt;br /&gt;Warnanya selaras.&lt;br /&gt;Ritmenya semakin kencang.&lt;br /&gt;Lalu kedua kuas itupun beradu.&lt;br /&gt;tas..tas..tas..&lt;br /&gt;Baik kuas satu maupun kuas dua tak ada yang berhenti.&lt;br /&gt;Baik kuas satu mapun kuas dua tak ada yang mengalah.&lt;br /&gt;Tiba-tiba gambar pada kanvas luntur dan catnya berserakan di lantai.&lt;br /&gt;Gambarnya tak lagi indah.&lt;br /&gt;Mungkin karna kuas satu dan kuas dua sama bagusnya.&lt;br /&gt;Atau juga mungkin karena mereka sama-sama ingin tampak lebih bagus.&lt;br /&gt;Akhirnya kuas satu dicuci.&lt;br /&gt;Kuas dua masih bertahan menyapu kanvas.&lt;br /&gt;Tapi sayang ternyata menyapu kanvas sendirian itu tak enak.&lt;br /&gt;Gambar yang dibuat kuas dua kaku dan hampa.&lt;br /&gt;Maka kuas dua pun memutuskan menunggu pegganti kuas satu.&lt;br /&gt;Kuas yang sama kualitasnya.&lt;br /&gt;Kuas yang memiliki ritme tinggi pula.&lt;br /&gt;Kuas yang bisa melahirkan warna-warna indah.&lt;br /&gt;Kuas yang lihai menyatu dengan kuas dua.&lt;br /&gt;Kuas yang tidak mencari siapa yang lebih baik menggambar.&lt;br /&gt;Dan kuas dua pun terus menyapu kanvas tiada henti.&lt;br /&gt;Sambil menunggu sang kuas yang ditunggunya itu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(tribute to my self)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-165895205358817057?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/165895205358817057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=165895205358817057&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/165895205358817057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/165895205358817057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2009/12/kuas-satukuas-dua.html' title='Kuas Satu..Kuas Dua'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-6277605454697142926</id><published>2009-11-30T15:19:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T04:11:45.202-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>Palhit oh Palhit (Part two)</title><content type='html'>Sampai di RS PELNI Petamburan.&lt;br /&gt;Taksi ijo berhenti tepat di ruang IGD. (feeling aja mayatnya masih disitu)&lt;br /&gt;Ternyata bener, ada banyak temen2 wartawan disitu, rata-rata wartawan TV.&lt;br /&gt;Lalu mulai sok kenal, nanya2.&lt;br /&gt;Dapet info dikit, tapi belom puas. Nanya2 lagi sama yang ada disitu.&lt;br /&gt;And then, beberapa menit kemudian akhirnya berani miss call Mas Jibril untuk laporan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dheweq: Halo, Mas.&lt;br /&gt;Jib: Iya, ada laporan apa?&lt;br /&gt;Dheweq: Ini mas, jenazahnya masih disini. Tinggal nunggu keluarganya aja yang belum dateng.&lt;br /&gt;Jib: Meninggalnya di TKP atau di RS?&lt;br /&gt;Dheweq: Di RS Mas.. jd kan waktu diopompa jantungnya...bla..bla..bla..&lt;br /&gt;Jib: itu kata siapa? quote-nya dong, jangan main katanya aja..&lt;br /&gt;Dheweq: ohh iya iya Mas.. eh tuh Kanit-nya keluar, saya wawancara dulu deh Mas&lt;br /&gt;Jib: Yauda tar miss call aja kalo udah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--wawancara Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Iptu Sutrisno--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dheweq: Mas, mau laporan&lt;br /&gt;Jib: Ya, apa?&lt;br /&gt;Dheweq: jadi korban namanya Reno Fadillah, usia 22 tahun, loncat dari Senayan City..bla..bla..&lt;br /&gt;Jib: Nanya nomor telpon Kanit-nya ga??&lt;br /&gt;Dheweq: Yaaah, engga Mas. Heuu.. (merasa bersalah)&lt;br /&gt;Jib: Ya tanya dong, biar kalo ada apa2 langsung hubungi dy&lt;br /&gt;Dheweq: Yauda Mas tar saya tanya.. Kanit-nya udah pergi..hehehe (msh bisa ktawa bego)&lt;br /&gt;Jib: Tar kalau ada perkembangan lapor lagi ya&lt;br /&gt;Dheweq: sip Mas. Ni jenazahnya baru mau dibawa keluar, mau diotopsi di RSCM&lt;br /&gt;Jib: Lo ikutin ya ke RSCM, lo ikut aja sama anak TV&lt;br /&gt;Dheweq: OK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Perjuangan menemukan Bang Hirman (ANTV) di Palhit--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemulah saya dengan bang Hirman yang biasa dipanggil bang Ong itu. Beliau orang Betawi keturunan Cina. Awalnya saya kira orang Sunda. Masuk ke Palhit saya dikenalin ke temen2 wartawan yang&amp;nbsp; biasa nongkrong di Palhit. Serem-serem... tapi ternyata mereka baik dan lumayan welcome sama anak baru yang berjenis kelamin perempuan seperti saya. Ohh, syukurlah!&lt;br /&gt;Ngobrol banyak dengan Bang Ong dan beberapa temen lainnya yang baru pulang dari RSCM. Tukeran laporan dan kemudian ikutan buru2 ke TKP di Pasar Baru. Katanya ada pick up kebalik disana. Sampe di lokasi, kecewa. Pasalnya ga ada korban jiwa. (astaga.. nyumpahin orang ya kerjaan kita ini,hhe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke Palhit dan disana bertemu dengan kawan lama. Ario Nugroho yang sekarang jadi Campers di Trans TV. Dulu kita pernah sama2 jadi Carep di Media Indonesia Siang. Cerita-cerita lama disana, dan ga terasa udah pagi aja. Indomie semangkok pun ga terasa udah habis. Waktunya pulang dan ikut mobil Trans sampe depan gang kantor. Dan seperti biasa, pikun saya kumat. Alhasil sukses nyasarin kru Trans TV muter-muter Dharmawangsa. Maapin yaaa....................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak, hari ini ada pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus agak sedikit 'silly' but it's okay laah... namanya juga anak baru... (hehhehe)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-6277605454697142926?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/6277605454697142926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=6277605454697142926&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6277605454697142926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/6277605454697142926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2009/11/palhit-oh-palhit-part-two.html' title='Palhit oh Palhit (Part two)'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-4569490118187477985</id><published>2009-11-30T15:01:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T03:59:14.380-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>Palhit oh Palhit (Part one)</title><content type='html'>Palhit.&lt;br /&gt;Atau Pala Hitam.&lt;br /&gt;Atau Kantor Pelayanan Pemakaman DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama kesana asing sekali.&lt;br /&gt;Ceritanya begini...&lt;br /&gt;Redaktur bilang kalo saya masuk malam minggu ini.&lt;br /&gt;Ya pertamanya asik2 aja, toh waktu kerja jadi carep di Media Indonesia Siang juga shift malam terus selama 6 bulan.&lt;br /&gt;Lalu beginilah percakapannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Ipung: Kamu masuk malam ya Ya.. (he called me Tya..hhe)&lt;br /&gt;Dheweq : Iyah, gapapa&lt;br /&gt;Mas Ipung: Mantap!&lt;br /&gt;Dheweq: (mikir sejenak..terus cengar cengir)&lt;br /&gt;Mas Bar: (bisik-bisik) YM...YM..&lt;br /&gt;Dheweq: (angguk-angguk sambil buka YM)&lt;br /&gt;Mas Bar: (via YM) lo bilang sekarang..lo ga bisa..ga boleh ma ortu lo..cepetan!&lt;br /&gt;Dheweq: (YM) what?! ya entar gw dibilang cemen lg!!&lt;br /&gt;Mas Bar: (YM) elo tu cw..berat kalo d malem&lt;br /&gt;Dheweq: (setengah ga percaya) Mas Ipung emangnya kalo malem ke lapangan juga ya?&lt;br /&gt;Mas Ipung: Iya dong. Kamu tar ke palhit, kalo ada pembunuhan..kebakaran..banjir..kamu yang handle&lt;br /&gt;Dheweq: (nyengir kaku sambil garuk2 pala)&lt;br /&gt;Mas Bar: (YM) cape gw ngomong ke elo... gw matiin ni YM gw..&lt;br /&gt;Dheweq: (bisik-bisik) gw ga enak nolaknya............&lt;br /&gt;Mas Bar: (diem aje kayak patung)&lt;br /&gt;Dheweq: (dalam hati) BAIKLAH GW BISA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--When that day come--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung..nanya dika, telponin dika tiap menit..nanya siapa aja temen dy yang nongkrong di Palhit. Jd rese' sendiri. Deg2an. Naik apa ya kesananya?? (Dika=sahabat=temen satu kampus=wartawan kriminal Berita Kota)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pukul 22.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Ipung: yauda kamu tar langsung ke RS Pelni ya. Liat kondisi korban yang loncat dari lantai 5 Senayan City&lt;br /&gt;Dheweq: ohh..oke mas (oke-nya ragu gitu)&lt;br /&gt;Mas Jibril: Lo naek motor gw aja. Lo bisa bawa motor kan?&lt;br /&gt;Dheweq: bisa mas. Tapi gausa deh, tar ada tebengan temen kok. (padahal blm pasti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berangkatlah saya dengan sok yakin. Sampe di depan Jl.Kirai.. celingukan..nyengir sendiri..parah bingung banget. Janjian sama Bang Hirman (ANTV) langsung ketemu di Palhit. Tapi jam segini harus naik apa ya? Huuuu... tak ada ide. Tapi tiba-tiba tangan saya memberhentikan taksi ijo. Wahahaa.. ini gila banget! Jaman lagi punya duit banyak aja saya anti naik taksi, eh skarang dalam keadaan terjepit berani2nya nyetop taksi. Astajim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka keluarlah uang 30rb dari dompet saya untuk membayar taksi ijo itu. Yaah, yang penting udah sampe RS PELNI, batin saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;to be continued)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-4569490118187477985?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/4569490118187477985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=4569490118187477985&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/4569490118187477985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/4569490118187477985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2009/11/palhit-oh-palhit-part-one.html' title='Palhit oh Palhit (Part one)'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4900961476617073907.post-1914986394255865746</id><published>2009-11-28T18:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T03:58:41.165-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poem'/><title type='text'>Setiap hari aku...</title><content type='html'>Setiap hari adalah belajar.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah proses.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah bermimpi.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah meraih.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah berjuang.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah mencapai.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah mengukur.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah prospek.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah khusyu'.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah berjalan.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah mengenal.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah berlari.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah menengok.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah mengayuh.&lt;br /&gt;Setiap hari .................................................&lt;br /&gt;Setiap hari aku berjalan, terjatuh, merangkak, terjatuh, berlari, dan terjatuh lagi....&lt;br /&gt;Lalu keesokkan aku mencoba lagi, tapi jatuh lagi, tapi aku bangkit lagi, tak mau menyerah....&lt;br /&gt;Seperti itulah hari-hariku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari seorang wartawan yang baru lahir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4900961476617073907-1914986394255865746?l=dheweq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dheweq.blogspot.com/feeds/1914986394255865746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4900961476617073907&amp;postID=1914986394255865746&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/1914986394255865746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4900961476617073907/posts/default/1914986394255865746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dheweq.blogspot.com/2009/11/setiap-hari-aku.html' title='Setiap hari aku...'/><author><name>It's DheweQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01377875413930669931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_cGMy3xePxkE/TTl4oUM0yMI/AAAAAAAAABs/gA0Dued1zAo/s220/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
